Sunday, 19 January 2014

Jerawat di Tubuh

Tanya:
Dok! Sudah lama saya punya masalah dengan kulit saya sejak remaja kira-kira umur 15 th sampai sekarang dikulit saya selalu muncul jerawat baik yang kecil maupun yang besar dan kalau jerawat tersebut telah sembuh noda bekasnya sulit hilang selama beberapa bulan, selama itu berjalan muncul kembali jerawat-jerawat baru dibagian tubuh yang lainnya. Awalnya sih cuma jerawat biasa yang suka ada diwajah setiap remaja, tetapi saya merasa ada sedikit kejanggalan karena gejala tersebut tidak kunjung sembuh sampai sekarang saya berumur 27 bahkan sejak beberapa tahun kebelakang sampai dengan sekarang jerawat-jerawat tersebut lebih banyak muncul di bagian-bagian tubuh saya yang lain seperti; lengan, punggung, pantat dan bagian dada padahal tangan saya jarang mengorek-gorek jerawat karena saya tahu dapat menimbulkan infeksi dll sehingga membuat saya sedikit kurang percaya diri, padahal pola hidup saya normal-normal saja tidak banyak mengkonsumsi makanan berlemak berlebihan cukup dengan 2 kali makan dalam 1 hari dan makanan kecil kalau lagi mood, jam tidur saya sekitar 6 - 7 jam/hari, juga saya terkadang berolah raga jonging dll selama kurang lebih 4 jam/minggu. Dikeluarga saya tidak ada yang memiliki masalah dengan kulit atau jerawat dan memang saya belum pernah mencoba untuk berobat atau konsultasi dengan dokter karena saya beranggapan mungkin penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya tapi itupun saya merasa ragu karena sudah menahun. Yang ingin saya tanyakan;

  1. Ada masalah/kelainan apa dengan kulit saya ?
  2. Pengaruh dari manakah penyakit ini sehingga bisa muncul pada diri saya?
  3. Kenapa selama lebih dari 10 th penyakit tersebut tidak kunjung sembuh?
  4. Penyakit apakah ini namanya ? dan,
  5. Bagaimana solusinya agar dapat sembuh dari penyakit jerawat tersebut ?

Budimansyah, 27 tahun

Jawab:
Dear Budimansyah,
Kemungkinan besar memang yang Anda alami adalah jerawat. Jerawat memang tidak melulu harus muncul di wajah. Biasanya jerawat muncul pada bagian kulit yang memiliki pori-pori agak besar, dan biasanya lagi, bagian-bagian tubuh tersebut sulit dibersihkan, atau misalnya selalu tertutup (ter-ungkeb) oleh pakaian yang mungkin tidak menyerap keringat dengan sempurna.

Satu hal yang memang penting untuk dicermati, hormon androgen pada pria memang bertanggung jawab salahsatunya dalam hal produksi sebum yang berlebihan, itulah kenapa biasanya pria cenderung mudah mengalami jerawat (misalnya pada usia remaja baligh, saat perkembangan hormon androgen sedang meningkat drastis), dan biasanya wanita yang mengalami jerawat yang parah pada umumnya memang memiliki kadar hormon androgen yang lebih tinggi dari wanita normal pada umumnya.

Ada beberapa hal yang bisa membantu setidaknya mengurangi, atau bahkan bisa mengatasi kondisi jerawat Anda.

  1. Saat ini hampir semua pakaian mengandung serat sintetis yang kurang baik dalam menyerap keringat berlebih. Oleh karena itu, gunakan pakaian dalam yang mengandung serat katun alami, karena serat katun mampu menyerap keringat dengan baik. Dan gantilah lebih sering jika perlu, terutama jika Anda termasuk kategori orang yang mudah berkeringat. Jadi kalau perlu bawalah kaus dalam dan celana dalam ganti saat Anda ke kantor supaya Anda bisa selalu menggunakan kaus dan celana dalam yang bersih dan kering.
  2. Pola makan yang berantakan, tidak teratur, dan gizi tidak seimbang juga mudah memancing jerawat (hubungannya dengan keseimbangan hormon), dan sebaiknya hindari jenis-jenis makanan tertentu yang dapat memancing jerawat, seperti coklat, makanan berlemak (tidak selalu harus dalam bentuk daging, misalnya sepotong croissant memiliki lemak yang cukup tinggi karena pembuatannya menggunakan lemak yg disebut corsvet), kuning telur dan olahannya, kurangi konsumsi susu dan olahannya. Perbanyak makan buah-buahan segar yang mengandung vitamin A, C dan E yang selain berfungsi sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, juga bisa membantu menyehatkan kulit.
  3. Minum supplemen yang mengandung ketiga vitamin tersebut. Paling mudah Anda cari saja suplemen yang mengklaim diri sebagai vitamin untuk kulit/kecantikan karena biasanya kandungan vitamin dan mineralnya cukup lengkap dalam satu tablet.
  4. Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, darah pun menjadi bersih karena terjadi pergantian cairan, sehingga kotoran-kotoran di dalam darah akan terbuang lebih sering.
  5. Rutinlah mandi dua kali sehari untuk membuang kotoran-kotoran dan debu yang menempel di kulit. Jangan sering-sering menggosok kulit terlalu kencang apalagi menggunakan alat penggosok karena bisa memancing iritasi. Jangan pula terlalu sering menggunakan sabun atau bedak yang mengandung antiseptik, karena kadang-kadang sabun atau bedak tersebut malah memancing iritasi yang mengakibatkan kulit Anda akan lebih mudah berjerawat. Cobalah cara alami seperti mandi dengan rebusan air sirih setidaknya setiap hari. Sirih mengandung antiseptik alami yang dapat membantu menyembuhkan infeksi pada kulit, termasuk juga jerawat.
  6. Jika perlu, gunakan losion antijerawat pada jerawat-jerawat Anda. Waktu yang paling tepat menggunakan sediaan topikal adalah saat setelah mandi, karena pori-pori masih terbuka yang bisa membantu penyerapan obat lebih maksimal.
Cobalah rutin mengikuti saran kami di atas setidaknya untuk sebulan penuh (jangan terputus), dan mungkin Anda akan mulai merasakan perbedaan yang signifikan walaupun tidak drastis. Apabila masih dirasakan sangat mengganggu, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

 Semoga berhasil ya, salam dari Mediasehat!

Sumber: mediasehat.com

Saturday, 18 January 2014

Bekas Luka Tak Kunjung Hilang

Tanya:
Dok, saya mempunyai bekas luka yg tak kunjung hilang, tapi luka tersebut hitam pekat stlh saya oleskan dgn salep bakar & lama2 luka itu menyebar. memang saya ada darah manis. yg ingin saya tanyakan, bagaimana menghilangkan noda hitam yg pekat itu ( obat )

Jawab: 
Halo Teeana yang cantik,
Tee, tidak ada istilah "darah manis" dalam terminologi medis. Orang sering membuat istilah semacam "darah kotor" atau "darah manis" untuk menggambarkan kondisi kulit misalnya kulit yang mudah jerawatan, atau yang mudah ada bekasnya (seperti kondisi kulit kamu ya Tee).

Memang pada penderita diabetes (yang memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal), kendala yang selalu mereka hadapi adalah sulitnya terjadi pembekuan darah jika terdapat luka terbuka, yang kemudian bisa menyebabkan luka membusuk.

Kalau yang dapat kami tangkap, kulit kamu adalah tipe yang mudah membekas. Kemungkinan produksi melaninnya tinggi, karena melanin umumnya lebih banyak diproduksi pada saat kita luka (akibat jerawat, misalnya). Beberapa orang memang memiliki "bakat" ini, seperti halnya bakat terbentuknya keloid pada sebagian orang di dunia.

Sayangnya Teeana tidak menjelaskan lebih lanjut yang dimaksud dengan salep bakar itu apa, dan juga letak bekas luka itu dimana, apakah di wajah atau dibagian tubuh lainnya. Tapi bekas luka sebetulnya bisa disamarkan perlahan-lahan (dan lama kelamaan akan hilang juga), apabila proses pergantian kulit kamu lancar. Nah yang perlu diperhatikan adalah, apa saja yang menghambat proses pergantian kulit secara normal?

Antara lain, kurangnya kelembaban, baik kulit maupun tubuh. Banyak minum air putih akan menjaga kulit kamu tetap lembab dan sehat, sehingga proses pergantian kulit akan lebih lancar. Jangan lupa juga banyak-banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan agar kulit kamu terlihat lebih cerah dan tidak kusam. Secara rutin, sebaiknya kamu melakukan peeling dengan cara scrubbing untuk kulit tubuh (menggunakan scrub atau lulur saat mandi) dan juga wajah, PALING SERING SEMINGGU SEKALI. Jangan terlalu sering karena pengelupasan kulit yang dipaksakan akan menyebabkan kulit kamu tidak sehat, dan fungsi kulit sebagai 'pelindung terluar' tubuh kamu akan terganggu.

Kalau kamu harus beraktivitas keluar rumah, jangan lupa menggunakan sunblock. Karena sinar UV selain akan menggelapkan kulit, juga berpotensi menyebabkan kanker kulit. Oleskan sunblock setidaknya setengah jam sebelum kamu beraktivitas ke luar ruangan, dan ulang penggunaan sunblock setiap 2 jam sekali, atau setiap kali terbasuh air (misalnya karena mandi atau berwudhu).

Terakhir, body lotion atau body cream yang bersifat mencerahkan bisa digunakan untuk membantu mencerahkan kulit perlahan-lahan. Pilih produk losion pencerah kulit yang aman, memiliki nomor registrasi dari badan POM, yang menjamin produk tersebut tidak mengandung bahan berbahaya. Sedangkan untuk menghindari rasa minder jika bekas luka tersebut terlihat, kamu bisa menggunakan concealer yang sewarna dengan warna kulit untuk efek menyamarkan.

Untuk usaha ekstra, kamu bisa mengoleskan lendir daging lidah buaya ke bekas luka tersebut, setidaknya setiap hari untuk minggu pertama, lalu berangsur-angsur diberi jarak di minggu-minggu selanjutnya (dua kali seminggu misalnya). Lendir daging lidah buaya secara tradisional dan turun temurun dipercaya dapat membantu menutup luka terbuka (luka teriris), dan jika digunakan rutin bisa membantu menghilangkan bekas luka. Tapi hati-hati jangan sampai terkena getahnya yang berwarna kuning karena akan terasa gatal sekali.

Semoga jawaban ini bisa membantu mengatasi masalah kamu ya, Teeana. Salam dari tim Mediasehat!

Sumber: mediasehat.com

Friday, 17 January 2014

Jangan Remehkan Gatal-gatal

Setiap orang pernah merasakan gatal. Perasaan ini biasanya hilang dalam waktu singkat, namun pada banyak orang rasa gatal dapat menetap hingga bertahun-tahun dan makin memberat bahkan sampai mengganggu aktivitas dan menimbulkan komplikasi.

Untuk mengobati gatal, terlebih dahulu harus diketahui penyebabnya. Gatal seringkali merupakan manifestasi penyakit kulit, namun dapat pula menjadi petunjuk adanya suatu penyakit sistemik dalam tubuh yang mendasarinya. Hendaknya jangan diremehkan rasa gatal karena bisa jadi itu adalah cara tubuh memberi tahu adanya suatu penyakit yang berbahaya.

Asal & Penyebab

Gatal merupakan sensasi kurang menyenangkan yang menimbulkan keinginan untuk menggaruk. Penelitian membuktikan bahwa reseptor gatal hanya ditemukan pada lapisan kulit teratas, sehingga gatal tidak pernah dirasakan pada jaringan yang lebih dalam seperti otot, sendi, maupun organ dalam. Mekanisme gatal dapat berasal dari (1) sistem saraf, yaitu akibat akumulasi bahan perangsang gatal dan akibat kerusakan saraf yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit seperti tumor otak dan kencing manis, (2) faktor psikologis yang berhubungan dengan gejala kelainan jiwa seperti halusinasi, dan (3) rangsangan pada reseptor saraf kulit.

Terdapat berbagai macam penyakit dan keadaan yang menimbulkan rasa gatal. Beberapa kelainan pada kulit yang sering menyebabkan gatal antara lain:

* Xerosis (kulit kering). Gatal-gatal pada kulit kering sering terjadi pada orang dewasa dan lansia, terutama di daerah dengan cuaca dingin. Bagian tubuh yang terasa gatal meliputi tungkai bawah, punggung, perut, dan pinggang.

* Dermatitis (ekzem). Merupakan peradangan kulit sebagai respons terhadap faktor yang berasal dari dalam (seperti pada dermatitis atopik) maupun luar (dermatitis kontak akibat berbagai bahan yang mengenai kulit, antara lain bahan kimia, sinar, suhu, dan mikroorganisme).

Berdasarkan stadium, dermatitis dibagi 3 yaitu:
(1) dermatitis akut yang ditandai oleh kelainan kulit berupa kemerahan, bengkak, bruntus-bruntus dan tampak basah
(2) dermatitis subakut, ditandai oleh kemerahan dan bengkak yang sudah berkurang dan mulai mengering, dan
(3) dermatitis kronis, ditandai oleh penebalan kulit yang kering disertai penggelapan warna kulit dan lecet akibat garukan.

* Infestasi parasit (kutu, tungau).

* Kutu kepala terutama menyerang anak-anak dan cepat meluas dalam lingkungan yang padat dengan kondisi higiene yang kurang baik. Cara penularan umumnya melalui perantara benda berupa sisir, bantal, kasur dan topi.

* Kutu badan biasanya menyerang orang dewasa dengan higiene yang buruk, seperti pada penggembala, dan dapat menular melalui pakaian maupun kontak langsung.

* Kutu rambut kemaluan menyerang orang dewasa dan dapat digolongkan sebagai penyakit akibat hubungan seksual.

* Skabies yang disebut juga gudik dapat menular melalui kontak langsung (berjabat tangan, tidur bersama, hubungan seksual) maupun melalui perantara benda (pakaian, handuk sprei, karpet, dll). Tidak seperti kutu, tungau skabies berukuran kecil sehingga sulit dilihat oleh mata telanjang. Ciri penyakit ini adalah gatal terutama pada malam hari, menyerang orang yang tinggal berkelompok, dan tampak kelainan kulit berupa terowongan dengan panjang rata-rata 1 cm. Bagian tubuh yang terkena antara lain sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian dalam, siku bagian luar, lipat ketiak, sekitar puting susu (pada wanita), pusar, bokong, alat kelamin (pada pria) dan perut bagian bawah.

* Urtikaria (biduran). Urtikaria sering dijumpai pada semua umur dengan penyebab yang beragam, di antaranya: obat (penisilin, sulfonamid, aspirin, pencahar, hormon, diuretik, kodein, opium, zat kontras), makanan dan bahan yang dicampurkan ke dalamnya (telur, ikan, kacang, udang, coklat, tomat, arbei, babi, keju, bawang, semangka, zat warna, penyedap rasa, pengawet), gigitan serangga, bahan yang terhirup (serbuk sari bunga, spora jamur, debu, bulu binatang, zat semprot), dan bahan yang kontak dengan kulit (kutu, air liur binatang.

Lalu, serbuk tekstil, tumbuhan, buah, bahan kimia, kosmetik, losion penangkis serangga), suhu (berenang, memegang benda dingin, sinar matahari, panas pembakaran), tekanan (goresan, pakaian ketat, ikat pinggang), getaran dan tekanan berulang (pijatan, semprotan air), pekerjaan berat, demam, keringat, emosi, infeksi dan infestasi (bakteri, virus, jamur, parasit, cacing), faktor keturunan serta penyakit sistemik (pemfigus, lupus, keganasan pada kelenjar getah bening, hipertiroid, hepatitis, radang sendi).

* Penyakit jamur. Lingkup serangan jamur sangat luas, namun yang menyebabkan gatal adalah penyakit jamur pada kulit, seperti tinea (kurap), panu, kutu air, dan kandidosis kulit. Penyakit ini dapat mengenai segala umur dan biasanya timbul pada bagian tubuh yang lembab dengan higiene yang kurang. Rendahnya imunitas tubuh (seperti pada kencing manis dan infeksi HIV/AIDS) juga berperan dalam menimbulkan penyakit ini.

* Penyakit kulit lainnya, seperti folikulitis (radang folikel rambut), psoriasis dan liken planus.

Penyakit Sistemik

Selain kelainan kulit, gatal juga dapat diakibatkan oleh penyakit lain dalam tubuh. Penyakit sistemik yang dapat menimbulkan gatal antara lain:

* Penyakit ginjal. Didapatkan pada 80% penderita gagal ginjal kronis. Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun diduga disebabkan oleh bahan-bahan yang gagal dikeluarkan oleh ginjal sehingga menumpuk dan menyebabkan gatal.

* Penyakit hati dan empedu. Terhambatnya aliran empedu sehingga substansi penyebab gatal tertimbun di kulit, menyebabkan gatal dan warna kuning pada kulit.

* Kelainan darah. Gatal dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam darah dan suatu keadaan peningkatan sel darah merah abnormal yang dinamakan polisitemia vera.

* Kelainan hormonal. Kelebihan dan kekurangan hormon tiroid (hiper dan hipotiroid), kelebihan dan kekurangan hormon paratiroid (hiper dan hipoparatiroid), serta kencing manis dapat menimbulkan gatal.

* Keganasan. Gatal terjadi pada hampir semua jenis keganasan, terutama pada kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker darah (leukemia), mikosis fungoides, sindrom karsinoid, kanker paru, keganasan pada saluran cerna dan sistem saraf.

* Keadaan lain yang juga disertai keluhan gatal antara lain kehamilan, penyakit pirai (asam urat), infeksi HIV/AIDS, infestasi parasit, lupus, tekanan darah tinggi, kelainan saraf, abses otak, psikologis dan kelainan jiwa, serta obat-obatan tertentu.

Penanganan

Penanganan gatal harus ditujukan pada penyebab yang mendasarinya. Untuk mendiagnosis penyebabnya secara tepat diperlukan keahlian dokter yang telah berpengalaman ditambah bantuan berbagai pemeriksaan penunjang bila perlu.

Jika Anda mengalami gatal-gatal berat yang mengganggu atau disertai gejala penyakit serius seperti yang telah diuraikan di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Penderita dermatitis, infestasi parasit, penyakit jamur dan penyakit kulit lain sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Untuk gatal ringan dengan penyebab yang tidak membahayakan seperti kulit kering, dapat dilakukan penanganan sendiri berupa:
(1) mengoleskan pelembab kulit berulang kali sepanjang hari dan segera setelah mandi
(2) tidak mandi terlalu sering dengan air berkadar kaporit tinggi
(3) menggunakan sabun hipoalergenik dan nonbasa
(4) memasang alat pelembab udara, terutama di ruangan ber-AC dan
(5) mengenakan pakaian yang tidak mengiritasi kulit seperti katun dan sutra, menghindari bahan wol serta bahan sintesis yang tidak menyerap keringat.
(6) menghindari konsumsi kafein, alkohol, rempah-rempah, air panas dan keringat berlebihan
(7) menghindari hal-hal yang telah diketahui merupakan penyebab gatal
(8) menjaga higiene pribadi dan lingkungan, serta
(9) mencegah komplikasi akibat garukan dengan jalan memotong kuku dan menggosok kulit yang gatal menggunakan telapak tangan sebagai ganti menggaruk. Obat yang dapat dipergunakan antara lain obat oles antigatal (dengan kandungan mentol, kampor, kalamin dan doxepin HCl) serta obat minum, seperti doxepin dan antihistamin.

Oleh dr. Putu Ayu Elvina

Sumber: balipost.co.id

Thursday, 16 January 2014

Bintik Bening Berair Gatal di Kaki dan Tangan

Tanya:
Yth. dr.Esti di kedua kaki/tangan saya sering keluar (kadang2 keluar/tdk) bintik bening dan berair kadang terasa gatal, apabila timbul bintik banyak/rapat kadang menjadi satu dan menjadi seperti melepuh, kalau dipecah/pecah sendiri (pakai sepatu) bisa menjadi koreng/infeksi, gatal2 ini sudah ber-tahun2 meskipun sudah ke dokter tapi juga tidak bisa sembuh. dok, sebenarnya ini jamur atau bakteri kenapa bisa sampai bertahun2 ? dan mohon saran obat/salep apa agar bintik itu tidak keluar/mengurangi, saya sudah coba macam2 salep (ex. betason, oxytetracylin, hydrocortison dll) tetapi tetap saja ada/timbul lagi, trim's atas penjelasannya
Kriswanto, 31 tahun

Jawab:
Dear ananda Kriswanto, Tepatnya di bagian kedua kaki atau tangan mana bintik-bintik bening berair itu muncul ? Bagian telapak tangan-kaki atau du sela-sela jari atau bagian-bagian lainnya ? muncul simetri di kanan-kiri tangan atau kaki ini (posisi kanan - kiri sama) atau acak saja ? Ada beberapa kelainan kulit dipicu oleh semacam virus atau kutu air, yang memberi gejala serupa yang ananda alami. Dermatitis kontak juga bisa bersifat demikian bila masih dalam keadaan ringan.

Coba perhatikan sekali lagi penyakit kulit ini sudah sering timbul-hilang terus menerus, lalu meninggalkan bekas atau tidakkah, ketika agak mereda ? Kalau penyakit ini penetrasinya tidak dalam, maka tidak meninggalkan bekas bermakna, penyebabnya lebih cocok berupa sebangsa binatang-binatang kecil atau dermatitis kontak ringan. Walau demikian tetap perlu penanggulangan tuntas.

Langkah preventif dapat dilakukan dengan menjaga kehigienisan kulit dan benda-benda sekitas yang sering tersentuh kaki dan / atau tangan. Kalau di rumah, menggunakan sandal / sepatu, kebersihannya harus dijaga dengan benar - bagian dalamnya dicuci bersih dan jemur di bawah sinar matahari secara teratur. Kalau penyakit bintik gatal berair itu sudah muncul, ada baiknya untuk menghindari infeksi sekunder (yang kemudian bisa jadi koreng, dll).

Salah satu cara mudah untuk mempercepat proses penyembuhan, adalah dengan hati-hati menusuk bintik berair dengan jarum halus "steril" (rendam / cuci dengan alkohol, sebelum - sesudah menusuk satu bintik), keluarkan cairan dengan menekannya dengan menggunakan kain kassa atau kapas bersih (supaya cairan tidak mengenai jaringan kulit sehat di sekitarnya), lalu kompres dengan cairan Rivanol (kapas yang telah dibasahi Rivanol) untuk menutup bekas tusukan atau bisa juga dengan lembar daun sirih yang telah dilemaskan dengan memanasinya di api kecil.

Untuk obat-obatan, yang paling mudah adalah pemakaian obat anti gatal plus antihistamin lokal seperti caladine atau bedak anti gatal yang sudah banyak ada di pasaran. Kalau memang bintik gatal berair ini akibat infeksi jamur atau bakteri, barulah benar penyembuhannya menggunakan obat gatal topikal plus antiinfeksi jamur / bakteri.

Obat-obatan topikal yang ananda pakai : 
1. Betason, itu biasa digunakan untuk eksim, dermatitis kontak, alergi, neurodermatitis, dll.
2. Oxytetracyclin, obat antibiotik. Penyakit kulit dengan infeksi bakteri.
3. Hidrokortison, biasa digunakan untuk penyakit kulit akibat alergi, eksem.

Obat-obatan di atas, walaupun topikal (aplikasi di kulit), adalah obat yang tergolong keras. Kemungkinan kenapa tiga obat ini tidak manjur adalah -) Tidak disiplin. Apakah ananda cukup rajin menggunakannya atau apakah ananda menggunakannya sesuai anjuran dokter yang memberikan ?! Yah.. kalau tidak, bagaimana bisa sembuh ?! -) Skeptikal. Keraguan diri akan obat yang diberikan ini termasuk defek psikologis.

Karenanya obat 'tidak diterima' dengan baik oleh tubuh, sehingga obat jadi tidak bisa bekerja dengan semestinya. -) Ketidak cocokan obat dengan penyakitnya, dengan kata lain obat yang diberikan tidak bisa menyembuhkan penyakit. Yang manakah ananda ini ? Sekarang yang jelas, ananda harus bisa menganalisa sebenarnya apa yang menyebabkan penyakit kulit ini muncul.

Ananda bilang bintik gatal ini kadang muncul kadang tidak, dan ini telah berjalan menahun, dan walaupun sudah ke dokter tapi tidak sembuh-sembuh juga. Makanya perlu saya tekankan pada ananda untuk lebih tahu kenapa penyakit ini bisa muncul. Mungkin karena alergi ?! dermatitis kontak (penyakit kulit karena kontak dengan sesuatu, bisa dianggap juga penyakit alergi) ? Sekarang lihat diri ananda, sudah terjaminkah kehigienisan diri dan sekitarnya ?! Bagaimana juga dengan kebersihan pakaian dan sprai tidur yang ananda pakai, sudah terjaminkah? Untuk penggunaan sepatu atau sendal dengan bagian depan tertutup, seperti yang susah saya sebut di atas, cuci dan jemur di bawah sinar matahari dengan seksama. Kalau tidak sempat mencuci, jemur saja di bawah matahari langsung.

Pencucian dengan penjemuran atau penjemuran langsung ini untuk mencegah kemungkinan adanya bakteri ataupun jamur berkembang biak di dalam situ. Ada kemungkinan juga ada kontaminasi di air yang dipakai sehari-hari di lingkungan ananda, perlu diperiksa kemungkinan adanya kebocoran pipa dan septic-tank. Kalau perlu gunakan cairan desinfektan larut air dengan konsentrasi tertentu (contoh produk desinfektan mandi detol atau betadine), dapat digunakan saat muncul penyakit kulit yang ananda keluhkan, untuk menghindari infeksi sekunder.
Demikian keterangan dari saya, semoga dapat membantu.

Bersama dr.Esti

Sumber: mediasehat.com

Wednesday, 15 January 2014

Nyeri Karena Herpes|Penyakit Herpes

Kakek saya berumur 72 tahun menderita nyeri yang amat sangat. Mula-mula beliau mengalami bentol-bentol, kemudian bentol tersebut berair seperti cacar, tetapi hanya terbatas pada lengan dan dada kiri. Kakek amat menderita karena kelainan kulit ini yang semakin lama semakin melebar. Cairan pada bentolnya juga makin banyak dan beberapa pecah.

Menurut Kakek, daerah yang ada bentol tersebut panas dan nyeri seperti disiram cabai. Badan Kakek juga sedikit demam sehingga dia tak bisa tidur. Nafsu makannya juga menurun dan setiap hari dia terpaksa buka baju karena jika kelainan pada kulit ini tersentuh baju akan nyeri sekali.

Saya membawa Kakek ke dokter. Menurut dokter, Kakek menderita herpes zoster yang di masyarakat dikenal sebagai cacar ular. Penyakit ini akan berlalu, tetapi dokter memberikan obat untuk herpes, juga ada salep untuk mempercepat penyembuhan. Obat tersebut dimakan lima kali sehari dan memang kelainan kulit menjadi kering, tetapi berbekas.

Saya berharap dengan mengeringnya kelainan pada kulit, penderitaan Kakek akan hilang. Ternyata nyeri akibat herpes terus menetap dan sampai sekarang, sudah dua minggu, Kakek masih menderita nyeri. Kalau tak tahan, Kakek sampai menjerit kesakitan, apalagi jika kelainan tersebut tersentuh.

Apakah memang nyeri pada herpes sedemikian hebatnya? Adakah penyakit lain yang menyertai? Kenapa herpes sudah sembuh, tetapi nyeri masih berlanjut? Apa yang dapat dilakukan agar penderitaan kakek dapat berakhir? Bagaimana cara penularan cacar ular ini? Mungkinkah penyakit ini dapat dicegah, bagaimana caranya?

P di J

Penyebab penyakit herpes:

Virus varisela zoster

Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang memberikan gambaran ruam pada kulit. Ruam ini kemudian akan berkembang seperti cacar dan memang kelainan kulit ini menimbulkan rasa nyeri. Herpes zoster biasanya terjadi akibat reaktivasi virus varisela zoster. Jadi, seseorang yang sudah sembuh dari varisela (cacar air) dapat mengalami herpes zoster.

Pada cacar air, kelainan dapat mengenai seluruh badan, sedangkan pada herpes zoster kelainan sesuai dengan persarafan sehingga hanya bagian tertentu yang mendapat persarafan tersebut yang mengalami kelainan. Karena itu, biasanya kelainan terbatas pada daerah tertentu dan hanya separuh badan. Artinya, kelainan tersebut hanya pada bagian kanan atau kiri badan saja. Memang pada kekebalan tubuh yang amat menurun kelainan dapat meluas, bahkan dapat menyeberang pada bagian tubuh lain karena persarafan yang diserang dapat lebih dari satu (multiple).

Gejala khas herpes zoster berupa ruam vesikuler (berair) dengan penyebaran unilateral, tersebar terbatas pada 1-3 dermatom. Daerah yang paling sering terkena adalah daerah dada dan lengan meski daerah lain juga dapat terkena, seperti muka. Jika herpes zoster menyerang muka dan melibatkan mata, rasa nyeri dapat dibayangkan akan semakin hebat. Bahkan, kalau kelainan mata tak ditangani dengan baik, hal itu berpotensi menimbulkan kebutaan.

Demam dan nyeri otot

Sebelum ada gejala kulit, biasanya sudah ada gejala pendahuluan berupa demam, lemah, serta nyeri otot dan tulang. Setelah 4 sampai 14 hari, barulah timbul kelainan kulit. Memang benar herpes zoster akan menghilang sendiri. Pemberian obat (asiklovir) akan mempercepat penyembuhan. Pada orang muda, penyembuhan mungkin menimbulkan sedikit bekas berupa kehitaman pada kulit. Namun, pada orang berusia lanjut dapat terjadi neuralgia post herpetic. Ini merupakan nyeri yang terjadi karena rangsangan saraf dan nyeri ini tetap ada meski herpes pada kulit sudah sembuh.

Pada orang berusia lanjut, masa penyembuhan lebih lama serta kejadian neuralgia ini lebih sering. Pencegahan penularan dengan vaksin varisela diharapkan juga dapat mencegah timbulnya herpes zoster di samping penyakit varisela. Memang ada kekebalan silang antara varisela dan herpes zoster, tetapi tampaknya kekebalan silang tidak terlalu kuat sehingga untuk orang berusia lanjut sekarang sudah tersedia vaksin herpes zoster. Namun, di Indonesia, vaksin baru ini belum ada. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah tersedia.

Rasa nyeri pasca-herpes zoster ini dapat dikurangi dengan terapi antinyeri. Jika dengan obat rasa nyeri tak juga hilang, Anda dapat meminta bantuan dokter neurologi atau bedah saraf untuk melakukan tindakan pada saraf yang terlibat. Jadi, saya anjurkan Anda membawa kakek Anda ke dokter saraf untuk mengatasi nyeri yang amat mengganggu itu.

Bersama Dr.Samsuridjal Djauzi

Sumber: Kompas

Tuesday, 14 January 2014

Penyebab Kulit Kering

Kulit yang kering memiliki tingkat sebum yang rendah dan sangat sensitif. Kulit yang kering terjadi karena ketidak mampuan kulit untuk mempertahankan kelembaban. Biasanya kulit akan terasa ketat dan tidak nyaman setelah dicuci kecuali jika langsung dioleskan dengan pelembab kulit. Kulit yang pecah-pecah adalah salah satu tanda-tanda dari kulit kering atau kulit yang dehidrasi.

Kekeringan ini biasanya akan semakin diperburuk oleh angin, temperatur yang ekstrem dan juga AC. Semua hal tersebut dapat menyebabkan kulit mengelupas dan terasa ketat. Kulit akan terlihat kusam, terutama disekitar pipi dan mata. Selain itu, juga akan tercipta garis halus di sekitar mulut Anda.

Ada beberapa hal yang menyebabkan kulit kering :

  1. Kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan vitamin B.
  2. Udara kering adalah penyebab paling umum dari kulit kering, terutama selama musim dingin.
  3. Sabun dapat dengan cepat membuang minyak pelindung dari kulit, sehingga kulit menjadi dehidrasi.
  4. Paparan sinar matahari.
  5. Kosmetik yang tidak sesuai dengan kulit.
  6. Mandi berlebihan.
  7. Faktor usia dan perubahan hormon dapat menyebabkan kulit kering.
  8. Penyakit yang sedang di derita. Penyakit diabetes dapat menyebabkan fluktuasi glukosa dalam tubuh sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi dan kulit menjadi kering.
  9. Obat-obatan yang dikonsumsi. Obat-obatan tertentu seperti dierutik, antispasmodic dan antihistamin dapat membuat kulit menjadi kering.
  10. Kondisi yang dialamikulit seperti dermatitis, eksim, psoriasis atau juga seborrhea.

Untuk mengatasi kulit kering Anda dapat melakukan hal-hal berikut :

  1. Jangan menggunakan air panas ketika mandi. Karena air paas dapat membuang minyak alami dari kulit. Gunakanlah air yang hangat-hangat kuku.
  2. Hindari menggunakan bahan-bahan yang kasar untuk pakaian dan handuk.
  3. Gunakanlah lotion kulit dan pelembab wajah setiap habis mandi, atau ketika kulit terasa kering.
  4. Gunakan sabun nondetergent atau produk dengan pH netral untuk membersihkan kulit Anda ketika mandi.
  5. Untuk Anda yang memiliki kulit wajah kering, gunakanlah masker atau pelembab yang memang diformulasikan khusus untuk jenis kulit kering.

Sumber: spesialiskulit.com

Monday, 13 January 2014

Penyebab Kutu Air

Kutu air (Athlete's foot) yang disebut bahasa kedokterannya tinea pedis. Kutu air merupakan infeksi dari Jamur dan biasanya mengenai kaki, meskipun tidak jarang terdapat di lipatan tangan. Perjalanan penyakit ini bisa berlangsung cepat atau lambat, tak jarang bersifat kambuh-kambuhan sesudah diterapi.

Penyebab:
Tubuh kita normalnya adalah inang dari berbagai macam mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur. Beberapa dari mikroorganisme tersebut bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, pada kondisi tertentu dapat berkembangbiak secara cepat dan menimbulkan infeksi.

Gejala:
Athlete's foot (tinea pedis) biasanya terjadi di lipatan jari kaki dan tidak jarang mengenai lipatan tangan. pada awalnya gejala berupa pengelupasan kulit, iritasi, dan jaringan disekitarnya menjadi gatal, bau dan berwarna kemerahan. Tak jarang karena gatal yang sangat, seseorang cenderung menggaruknya dan timbul infeksi sekunder.

Diagnosis:
Didasarkan oleh gambaran permukaan dari kulit yang terkena, membutuhkan bantuan antara lain:
1. KOH dibawah mikroskop
2. Kultur Kulit di Laboratorium
3. Biposi lesi di kulit

Terapi: 
Memakai bedak anti jamur atau krim dapat mengkontrol dari infeksi. Antara lain mikonazole, clotrimazole atau tolnaftate. Penggunaan obat dapat diteruskan 1-2 minggu untuk mencegah kekambuhan.

Pencegahan:
1. Menjaga kaki tetap bersih dan kering, terutama diantara sela jari.
2. Mencuci kaki dengan sabun dan air, dan keringkan secara hati-hati. Cobalah sedikitnya sehari dua kali.
3. Gantilah kaos kaki, sepatu anda yang lembab agar tidak terjadi kekambuhan.

Bila dalam 2-4 minggu belum sembuh, konsultasikan ke Dokter anda yang terdekat.

Sumber: yasinfadillah.blogspot.com